Monday, February 18, 2013

in valentine day, 14 /2/2012

Kemarin pagi saya mendapat sms yang mengatakan bahwa seorang tetangga telah meninggal dunia. Tentu saja saya kaget, meski sudah pindah dari komplek beberapa bulan yang lalu tapi kami telah bertangga selama lebih dari 10 tahun. Saya kenal baik dengan, dan selalu tampak sangat sehat. Kabarnya meninggal karena jatuh dari lantai 2 ketika menjemur handuk.

Pagi itu setelah mengantar anak sekolah saya bermaksud melayat dengan seorang teman, tapi sebelum niat itu kesampaian, ternyata ada kabar bahwa beliau belum meninggal tapi masih dalam keadaan koma di rumah sakit. Akhirnya jam 10 saya melayat ke rumah sakit. Masih di ICU. Menurut keterangan keluarganya, sesuai dengan apa kata dokter, sebenarnya sudah di nyatakan meninggal, tapi dengan sebuah alat, mungkin alat pacu jantung? Jantungnya masih bisa berdetak.
Saya sentuh kakinya, dingin sekali, tetapi tangannya masih terasa hangat. Dadanya masih terlihat gerakan turun naiknya, apa mungkin itu karena bantuan alat yang terpasang ? Akan di lepas ketika keluarganya dari surabaya sudah datang dan memutuskan apa tindakan yang terbaik bagi nya.

Selesai sholat maghrib, ada pengumuman di mesjid yang menyatakan bahwa beliau telah meninggal. Maka janjianlah lagi saya dengan teman untuk melayat keesokan paginya. Hari itu teman saya yang janjian pergi melayat bersama pun telah minta ijin untuk datang terlambat ke sekolah untuk mengajar.
Ketika motor baru keluar dari rumah, saya berpapasan dengan tetangga yang lain, yang saya ajak sekalian melayat bersama.

“Eh..ngapain, orang belum meninggal kok ,” katanya

Setelah bengong sebentar spontan saya tertawa….. dan mengabarkan pada teman saya bahwa hari ini ngga jadi lagi melayatnya, meninggalnya ngga jadi lagi. Bukannya tidak sedih..tapi spontanitas saja… tertawa.

Dan jam 10 pagi, ada sms lagi, kali ini benar-benar di nyatakan meninggal. Dan jenazah sudah ada di rumah.

Almarhum adalah seorang ibu yang baik, baru berusia 40 tahun. Sangat telaten pada anak-anaknya. Beliau menikah ketika usia nya masih sangat muda, dengan seorang duda cerai, dengan 6 orang anak laki-laki yang masih kecil. Tidak ada satupun yang ikut dengan ibunya, semua di boyong oleh bapaknya dan menjadi tanggung jawab sang ibu muda. Beliau sendiri di karuniai 3 orang anak laki-laki dan paling kecil anak perempuan 2 tahun. Anak yang hadir dengan kejutan. Pasalnya sang ibu hamil ketika sudah ikutan program steril dari desa. Program Steril missal. Maka ketika terlihat perutnya membesar 4 bulan baru di sadari ada janin di dalamnya. Anugrah sang Ilahi.
Cerita di balik tidak simpang siurnya berita meninggalnya ternyata karena anak pertamanya semalam belum ikhlas untuk melepas alat bantu yang terpasang di badan ibunya. Sementara pengurus mesjid sudah menyiapkan segala sesuatu untuk jenazah. Cinta seorang anak yang tidak siap di tinggal tiba-tiba, dan teman saya ini setelah koma sehari (sejak sabtu pagi), hari minggu tersadar beberapa detik hanya untuk mengucapkan, “Ulfa sudah makan belum” Ulfa anak bungsunya yang masih berusia 2 tahun. Sisa-sisa kekutan terkahir dari ingatan seorang ibu hanyalah

“Mengkhawatirkan anak-anaknya”

Teringat ketika kecelakaan motor 3 tahun yang lalu. Akibat setang motor di senggol pengendara lain saya terguling di aspal. Pecahan kaca helm menyobek dahu dan lutut saya terluka terseret di aspal. Masih untung saat itu saya berada di belakang sebuah truk, jika berada di depannya mungkin saat itu saya sudah terlindas. Tidak ada rasa sakit yang saya rasakan, hanya rasa perih di dagu dan lutut. Saat itu saya bermaksud menjemput anak saya pulang sekolah. Dalam pikiran saya saat itu bahwa anak saya pasti menunggu. Setelah di tolong oleh seorang pengendara lain dan di bawa ke pinggir jalan, di beri betadin oleh seorang pemilik warung nasi di sana, saya pun langsung bergegas pergi.

“Bu minta ganti rugi bu” kata seseorang di kios helm, sementara si mas mas yang menyenggol berdiri dengan tampang khawatir di samping saya.

“Maaf ya bu..maaf” katanya

Jujur saat itu saya kok sama sekali tidak terpikir untuk minta ganti rugi atau menahan ktpnya ataupun marah-marah… di otak saya hanya ada pikiran bahwa anak saya sudah menunggu di sekolah.

Dengan plester seadanya di dagu, saya pergi melanjutkan perjalanan. Menjemput dan langsung ke puskesmas pusat yang kebetulan saat itu belum tutup. Saat saya berbaring baru saya sadar bahwa anak saya sedang menangis ketakutan. Melihat di dagu saya masih ada darah segar.
“Ibu jangan mati !”.. saya tersenyum sekaligus tersentak saat itu. Seandainya saya mati hari itu, entah bagaimana nasib anak-anak. Keesokan harinya anak saya deman, dan tidak masuk 2 hari.

Ketika beberapa tahun lalu, ada sebuah tausiah di tv dengan topic kematian, anak-anak saya bertanya dengan polosnya

“Ibu siap meninggal ?”

“Kenapa ngga. Tapi memang kalian siap di tinggal ibu”

Mereka menangis dan memeluk saya…

HUUUFFFF !!!! melihat ulfa yang tertidur dalam gendongan tantenya, Ibrahim yang masih berusia 4 tahun di gendong oleh teman saya, Burhan anak ke tiga, dan Mahmud anak pertamanya menatap dengan pandangan kosong pada jenazah ibunya ketika di kafani. Kami semua para ibu tak sanggup menahan air mata yang menitik
satu demi satu……

ya ALLAH ijinkan saya memiliki waktu untuk menyiapkan mereka menjadi manusia-manusia terbaik seperti yang ENGKAU harapkan

Masa depan bangsa bukan di tentukan oleh generasi muda…



Anak pertama saya susaaaaah banget bangun pagi. Setiap pagi bikin saya senewen, tapi setelah bangun cepat pula selesai bebenahnya. Yang kedua relative mudah di bangunkan, tapi relatiiiff lamaaa selesai nya, dan yang ketiga paling terakhir bangunnya tapi selesai nya pun tepat waktu.

Dari orang tua yang sama, dengan aturan dan ajaran yang sama, tetapi masing-masing punya sifat yang sangat berbeda. Setiap anak di lahirkan unik.

Apakah benar tanggung jawab bangsa ada di tangan mereka???

Saya ada sebuah cerita. Saya mempunyai seorang adik dari seorang kerabat dekat. Seingat saya ada foto masa kecilnya, dimana saya menggendongnya, kalau tidak salah ketika umurnya belum genap 1 tahun. Sejak bayi, anak ini, ketampanan wajahnya sudah sangat tampak. Saat remaja, bodynya yang tinggi dengan berat badan ideal dan deretan gigi yang sangat terawat membuat pesonanya makin tampak bersinar. Maka tak heran ketika remaja banyak fans nya. Perilakunya santun sekali, nilai-nilai akademis sekolahnya pun sangat baik. Siapa sangka, pribadinya yang tampak ter”tata” dengan baik ini, sanggup menjerumuskannya ke dunia narkoba.

Suatu hari dia datang membawa sebuah kado. Wajahnya masih seperti yang terakhir kali saya ingat. Dengan sangat diam, dia memberi saya sebuah kado yang tampak di bungks sedanya. Wajahnya terseyum, tapi diam dan sunyi.
“Apa ini “
Tidak ada jawaban hanya tersenyum dan diam
“Dia pernah bilang bahwa dia merasa dekat dan nyaman dengan endah “ kata bapaknya, begitu yang di katakan kakak saya perihal mimpi ini ketika saya bertanya kapan dia ulang tahun ? ketika saya berusaha mencari makna mimpi ini setelah hampir 5 tahun dia “istirahat”.
Adik saya ini telah meninggal dunia, karena terinfeksi HIV IDS, tertular dari penggunaan jarum suntik, dan meninggal setelah 10 tahun bertahan dalam dari masa inkubasi virus mengerikan ini. Ya, masa inkubasi virus ini sekitar 10 tahun.

Saya percaya doa yang tulus akan selalu ada jalan untuk di terima, meski ada pernyataan tegas hanya doa anak yang soleh pada orang tuanya sajalah yang di terima. Allah maha mengetahui dan maha bijaksana. Saya sangat percaya itu.

Terlahir dari oang tua yang sangat berpendidikan. Terdidik dengan tata krama yang baik dan fasilitas terbaik untuk anak selalu tersedia. Wajah yang tampan, dengan pergaulan yang luas membuatnya banyak jalan untuk memilih cara menghibur diri ketika gagal, kecewa dan galau.

Justru kesempurnaan pribadi yang di bebankan pada seorang anak adalah salah satu sebab seorang anak menutupi kegagalannya. Tidak ingin terlihat gagal, tidak ingin terlihat jatuh, membuatnya mencari hiburan sendiri. Terakhir test di akhir tahap penerimaan calon akabri baru terbuka kenyataan, bahwa adikku ini terlahir hanya mempunyai 1 ginjal. Kegagalan yang tidak bisa di ganti oleh sogokan apapun !!! Kegagalan yang seharusnya di terima dengan biasa saja, menurut pendapat ayahnya, karena itu sudah takdir. Tapi sebuah impian yang di bangun dengan semangat yang penuh sejak kecil tidak begitu saja bisa terhapus hanya dengan satu kata… takdir !!!

“ Biarlah anak ini istirahat, dia sudah terlalu lelah “ kata pas ustad pendampingnya. Sedih saat saya tidak bisa datang saat dia masih terbaring di rumah sakit dan tidak bisa melayat saat meninggal, karena kami tinggal di lain kota dan sibuk dengan 3 anak balita saya. Tapi setahun sebelum meninggal dia sempat menikah, dengan sesame ODHA (Orang Dengan Hiv AIDS). Teman yang di temuinya saat sama-sama berada di tempat rehabilitasi. Terakhir saya mendengar istrinya pun meninggal. Mereka harus “pergi” diusia yang sama-sama masih sangat muda.

Saya pernah bertanya pada seorang ibu yang 3 putra putranya berhasil masuk universitas negri favorite. Padahal beliau adalah seorang single parent yang suaminya telah lama meninggal.

“ Yang penting kalau belajar, anak itu tahu bahwa dia di temani. Meski kita nya ketiduran, di belakangnya. ”
Sesungguhnya anak-anak hanya butuh teman.

Anak-anak pecandu narkoba adalah anak-anak yang merasa dirinya itu “sendiri”. Justru mereka sebenarnya anak-anak yang mandiri. Mereka adalah anak-anak yang selalu merasa kuat dan berusaha tegar. Tapi tidak sadar bahwa mereka tidak bisa setegar yang mereka kira. Anak-anak yang kesepian meski dia berada di tengah keramaian. Kekurangan mereka hanya satu, IMAN.

Masa depan anak-anak ada di tangan orang tuanya. Anak-anak muda pencandu narkoba biasanya adalah anak-anak yang tertutup. Tidak dekat dengan keluarga. Batas antara orang tua dan anak ada dinding yang tegas.
Anak terlahir tanpa agama, tanpa keyakinan. Orang tualah yang membuatnya punya sebuah keyakinan. Sekolah pertama dari seorang anak adalah RUMAH. Orang tua adalah GURU pertamanya. Ketika anak sudah terjerumus dalam dunia hitam, prostitusi atau narkoba, tidak semudah itu untuk di rehabilitasi.

Saya punya seorang sahabat, seorang ibu, yang mempunyai masa lalu yang bersentuhan dengan dunia hitam ini. Darinya saya tahu dan mengerti, betapa berat bagi seorang pecandu untuk keluar dari lingkaran ini. Lebih berat dari seorang yang memulai bisnis atau orang yang sedang berusaha keras keluar dari kemiskinan, karena taruhannya adalah nyawa. Dia lahir di keluarga yang broken pula, yang merayap-rayap mencari jati diri melalui kerasnya hidup di dunia underground, seorang diri. Efek dari narkoba ini awalnya memang sangat membantu. Membuat mereka bersemangat, merasa hidup dan selalu ceria menyongsong hari. Tapi hanya sesaat. Semakin lama obat-obatan ini membuat mereka terpenjara. Ketagihan ! ketika di lawan, obat-obatan ini berusaha untuk selalu harus terjamah. Rasa sakit yang luar biasa akan di rasa oleh sekujur badan, yang membuat mereka tak kuasa melawan, ketika mereka berusaha untuk tidak mengkonsumsinya. Membuat mereka membutuhkannya lagi..dan lagi..hingga tak sadar jika over dosis. Seolah mengantar mereka mati secara perlahan dalam keadaan su ul khotimah.

“Saya berharap setelah tidur, tak pernah bangun lagi “ tuturnya mengingat saat dia terbaring OD di rumah sakit. Alhamdulillah Allah tidak membiarkan nya hancur. Mendengar kisahnya, bukan kemauannya untuk masuk ke lingkungan ini. ALLAH tidak buta. Kesempatan sebanarnya selalu ada bagi mereka, ketika orang-orang di sekelilingnya masih punya empaty, masih punya cinta dan kasih sayang.

Kita sebagai orang tua tidak bisa mendampingi mereka sesuai yang mereka butuhkan. Karena kesibukan
Kita atau karena keadaan kita yang terlalu lemah.

Menanamkan keyakinan TAUHID pada mereka sedini mungkin, sejak mereka BATITA bahkan sejak di dalam kandungan adalah solusi yang terbaik. Anak adalah benar-benar TITIPAN, bukan Cuma kata-kata bijak untuk mengingatkan orang tua, tapi renungkanlah. Menanamkan keyakinan pada mereka bahwa kita, ORANG TUA itu juga hanya TITIPAN bagi mereka. Bahwa suatu saat kita bisa kapan saja hilang, hilang karena di ambil lagi oleh sang empunya hidup atau karena hilang ingatan kita sebagai penanggung jawab mereka. Orang tua dan anak adalah sama-sama konsinyasi.

Mungkin sebagai orang tua yang merasa berpendidikan tinggi, merasa memiliki status sosial terhormat yang berlimpah rejeki membuat kita lalai pada apa sebenarnya yang dibutuhkan seorang anak. Orang tua yang telah di karunia ini hanya mempunyai kewajiban, mengenalkan mereka siapa TUHANnya, bagaimana menikmati nyamannya menjadi diri sendiri, dan betapa bergunanya selalu punya pikiran positif. Mengenalkan Tuhan pada mereka sama saja mengenalkan mereka pada semua kebaikan, kejujuran, keihklasan dan kejujuran. Ketika mereka lepas perhatian dari kita, ada TUHAN yang akan selalu menuntun hatinya.

ALLAH hanya meminta BEBERAPA TAHUN SAJA dari awal kehidupan seorang anak, pada orang tua untuk menjadi mentor bagi mereka. Ketika mereka dewasa /Baligh, itu urusan ALLAH. ALLAH akan menjaga dan memberi mereka hidayah. Orang tua yang membuat mereka bisa atau tidak membaca Hidayah-hidayah itu. Tak ada manusia pilihan, yang ada hanyalah manusia-manusia terpilih, yang sanggup memilih sendiri, jalan mana yang terbaik buatnya.

Kasus Rafi Ahmad, Nike Ardila, Alda… Bukan urusan saya untuk ikut berkomentar, menghakimi, menghujat ataupun sekedar membahas dan bergosip tentang kasus-kasus itu. Mengapa narkoba ini seperti lingkaran setan? Karena ketika seorang sudah terjerumus dalam narkoba, dia pasti akan berusaha menjadi pengedar atau bahkan Bandar…karena ketergantungannya ini akan membuatnya kanker = kantong kering. Obat yang selalu “menagih” ini membuat kaya para penjualnya. Membuat para konsumennya rela melakukan apa saja demi mendapatkannya.

Mereka yang terlanjur memakai adalah orang-orang dalam dilemma. Ketika mereka bebas dari keterikatan, sindikat tidak akan begitu saja melepas… karena dari satu satu orang pengguna, dia mendapat keuntungan yang luar biasa. Menurut sumber yang bisa di percaya, mantan para pengguna ini harus selalu di dampingi, karena mereka akan selalu di kejar oleh para pemasoknya.

Yang saya heran, kenapa begitu banyak Bandar-bandar besar yang tertangkap, begitu banyak pabrik-pabrik besar terbongkar..tetapi tidak pernah ada kabar berkurangnya aktifitas setan ini.

Yayaya, satu-satunya jalan adalah..kenalkan anak-anak kita pada TUHAN sedini mungkin. Berikanmereka pengertian, untuk bijaksana menilai tidak ada manusia yang bisa di jadikan idola dan juga tidak harus menjadi idola karena tidak ada sosok yang sempurna, untuk bijaksana bahwa cita-cita tinggi itu memang bagus, tapi tidak harus selalu tercapai. ALLAH maha tahu segala yang terbaik buat kita al-baqarah 216. Di tangan Orang tua lah masa depan bangsa di tentukan. Orang tua tidak harus menjadi pendidik anak-anak kandung, orang tua adalah pendidik bagi semua anak.
PABRIK NARKOBA TIDAK ADA ARTINYA JIKA TIDAK ADA YANG MEMBELI, menanti semua itu hilang adalah membuat dagangannya tidak laku !!!

Friday, January 4, 2013

Memilih Rizqy


MEMILIH RIZQY

GADIS MALAM
Gadis malam berjalan pelan
 Adakah tujuan kemana langkahnya
 Dan seorang pria melirik cepat
 Menahan sang dara hasrat pun bicara
 Sudut yang ada di hening malam
 Jadi satu saksi haramnya transaksi

Deru nafas memacu di dalam ruang
 Seiring hasrat manusia oh
 Gelap melanda jiwa
 Dan mereka terlena oh begitu cepat
 Dosa itu terbuat

 Jari yang lentik lemah meraih
 Setumpuk uang kertas dan pergi bergegas
 Malam meninggi langkah sang gadis
 Pelan dan menghilang di pekatnya malam

 Hai gadis malam adakah telintas
 Tuk kembali pulang
 Ke dunia yang hilang


Lagu tentang gadis penjaja seks, dari JAVA JIVE…  Inget ngga???Saya tinggal di kota kecil yang penduduknya banyak sekali pendatang. Cimahi ini dulu bagian dari bandung yang memisahkan diri, tapi tanpa perjuangan dengan bambu runcing tentunya ya. Kota Bandung sudah sangat padat saat ini, jadi membuat para penduduknya mencari tempat tinggal ke “pinggir-pinggir”.  Jadi Pembangunan perumahan banyak di dedet dedet di sini. Sebenarnya bukan Cimahi juga sih, tapi bandung Barat. Cimahi dan Bandung barat di ibaratkan hanya terpisahkan oleh sebuah GOT.  

Disini saya tidak ingin membicarakan pemekaran wilayah.  lingkungan saya tinggal bukanlah orang-orang modern. Di kota saya Cuma ada 2 mall. itu juga tidak seberapa besar. Saya sangat jarang “ hang out “ di mall. Disamping tidak terlalu suka, karena isinya tidak terlalu beda dengan yang ada di pasar kaget, dan dompet saya pun isinya juga tidak terlalu berlebihan.

Meski tinggal di kampong seperti sekarang ini, tapi dulu saya adalah penduduk kota besar. Jakarta. Keluar masuk terminal Blok mau tidak mau harus melalui MALL. Fashion penduduk kota besar memang sangat enak di lihat, “mecing” orang kampung bilang mah.

Malam Natal kemarin saya di ajak adik saya, yang penduduk Jakarta, jalan-jalan ke BSM, Bandung Super Mall tempat trans Studio. Di Bandung, di  Kota.

Satu yang selalu saya perhatikan di mal mal besar, tempat keluarga atau pasangan kekasih Hang out, cuci cuci mata, adalah penampilan antara Ibu dan Anak gadisnya.  Ibu yang tampak sudah haji, meski sudah tua, tampak elegant dengan busana muslimnya, berjalan beriringan dengan anak-anak gadisnya…yang memakai celana pendek, lebih panjang sedikit dari pangkal paha, memakai blus sutra dengan bahu sedikit terbuka, ada sentuhan slayer tipis menutupi belahan dada yang tampak kinyis-kinyis, dan wanginya…heemmmm tanah kusir lewat..maksudnya harumnya bunga-bungaan kembang setaman di pemakaman tanah kusir lewat dah. Penampilannya sangat menggoda Imam, maksud saya Iman.

Ketika kita sudah bersyahadat, sebenarnya itu adalah komitment terberat kita dalam hidup. Seperti pengakuan pada Negara. Sebagai warga Negara harus mematuhi segala aturan-aturannya. Satu saja pelanggaran pada sebuah aturan di lakukan, oleh sebagian kecil orang, maka kacaulah kenyamanan banyak orang. Korupsi, maling ayam ataupun kasus suap. Aturan agar itu di buat bukan untuk kebaikan yang membuat. Satu pelanggaran, efeknya bisa merembet.  Islam tidak akan mengatakan  HARAM jika memang baik buat kita, dan tidak ada yang di katakan HALAL jika itu jelek buat kita.

Kadang di katakan bahwa atura-aturan islam sangatlah ketat dan sulit, padahal kenyataannya yang sulit adalah HIDUP, bukan aturan-aturannya. Menjalani KEHIDUPAN inilah yang sulit, maka ada hadirlah QURAN sebagai petunjuk. Agar terhindar dari segala kemudharatan, musibah dll. Dalam hidup banyak sekali pilihan. Hidup adalah lembar soal MUTIPLE CHOICE, dan QURAN adalah kunci jawabannya.  ALLAH menurunkan Quran sebagai petunjuk, karena HIDUP sebagai manusia ini memang sulit.

Seseorang itu akan berprofesi menjadi pekerja seks, seorang penulis atau pun manager, tidak di bentuk secara tiba-tiba.

Allah memberi kita  modal untuk memilih apa dan bagaimana  kita kelak sebelum di lahirkan, yaitu :
“ WAKTU “

dan  TALENTA ( HOBI, MINAT, BAKAT) modal terpendam yang harus di gali, dengan atau tanpa dukungan lingkungan dan orang-orang sekitar.

Bagaimana kita memadukan keduanya ? adalah orang tua yang membimbing.

Apa tugas kita  ?? HANYA MENIKMATI HIDUP yang kita punya. Dengan rizqy yang kita cari sendiri dan menggunakan semua rizqy yang memang sudah ada dan yang di sediakan oleh NYA secara gratis. Otak dan kemauan.

Rizqy itu ada 2, Rizqy yang habis sekali pakai/gunakan = makanan dan rizqy yang habis karena waktu = baju, mobil, rumah dll.

Manusia terlahir sebagai bayi yang tak berdaya, kemudian menjadi seorang anak kecil, remaja dan dewasa. Terlahir dengan tidak tahu apa itu TUHAN dan AGAMA. Maka kenapa orang tua itu sangat di agungkan oleh ALLAH untuk selalu di taati. Ridho ALLAH adalah Ridho orang tua, karena dia adalah GURU pertama seorang manusia. Seorang anak kelak akan menjadi apa, seperti apa,   adalah peran dari ORANG TUA. Sifat, tata karma dan cara dia mengadaptasikan dirinya dengan lingkungan adalah didikan ORANG TUA. Jika tidak ada orang tua maka jadilah gurunya adalah JALANAN, LINGKUNGAN dll. Sayang lah orang tua seperti itu, karena bekal kita ketika di hisab adalah doa dari anak-anak kita yang soleh dan solehah. Maka menjadi orang tua yang bijak dalam membentuk pribadi seorang anak adalah wajib, karena bukan hanya menjadi kan mereka sebagai penerus garis darah keluarga tapi juga sebagai penentu generasi para khalifah baru di bumi. Khalifah yang di harapkan adalah khalifah-khlalifah yang fasih memimipin bangsanya seperti para nabi. Tidak Cuma kharismatik, tapi jujur (amanah), fatonah (pandai), Sidiq (cerdas) dan tablig (menyampaikan).  Tugas seorang perempuan adalah menjadi khalifah pada anak-anaknya. Mendidik kejujuran, mendidik nilai-nilai akademis dan agamanya serta menyampaikan kisah-kisah terbaik yang bisa menjadi inspirasi bagi putra putrinya.

Melihat seorang syahrini  yang cantik mulus dan sexy, berprofesi sebagai penyanyi terkenal dengan gaya lenggokannya yang “cetar membahana badai itu”, membuat saya berpikir. Sempurna sekali dia sebagai seorang perempuan. Lalat pun tampaknya akan terpeleset hinggap di kulitnya. Licin mulus….

Mencari rejeki sebenarnya bukan semata untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semata, tapi tanpa berkah, apa yang di dapat tidaklah akan menjadi sesuatu yang di cari, yang di tunggu-tunggu bahkan kadang hampa rasanya. Berkah dari sebuah Rizqy dapat terlihat dari pesona para penerimanya. Pesona yang membawa kehidupannya meski terlihat sederhana, tapi terlihat nyaman, tidak berlebihan tapi tidak terlihat kurang, tidak terlihat mewah tapi elegan. Rejekinya bermanfaat dan tidak ada yang terbuang percuma. Kepuasannya terasa sampai ke tulang sum-sum….

Hidup mungkin memang pilihan, tapi membuat sebuah pilihan yang tepat  adalah dari hati nurani. Hati Nurani yang baik, yang dapat memilih yang baik dan benar adalah berkat latihan-latihan dari orang tua. Latihan yang langsung di praktekan dari keseharian hidup dalam keluarga. Mencari Rizqy dengan ridho dariNYA sehingga berkahNYA akan hadir di setiap keping uang yang kita punya, menjadikan sesuatu yang sangat bermanfaat dari kepingan-kepingan itu.

Usaha seorang manusia itu memilih dari mana atau bagaimana dia akan mendapatkan rejeki, rejeki yang di pakai untuk menikmati hidupnya di dunia ini, adalah hasil set mind dari apa yang orang tuanya hembuskan dalam jiwanya. Orang tua bisa saja bukan kandung, tapi sosok dewasa yang mendampinginya saat kepribadian mereka terbentuk.  Didikan dengan nafas-nafas kebajikan, kebijaksanaan dan semangat. Tidak ada pekerjaan yang jelek. Hanya ada HALAL dan HARAM. Pekerja seks komersial, pelacur ataupun gigolo, saya tidak percaya bahwa mereka bekerja karena terpaksa. Tidur dengan banyak hidung belang yang beragam bentuknya, juga dengan sejumlah tante-tante kemayu, tidakkah merasa aneh dan mengerikan? Yeaaahhh, karena mereka “DOYAN” alias emang suka. Seperti pada salah satu tayangan di acara SEXOPHONE, yang tidak sengaja saya tonton, karena jam tayangnya jam 1 dini hari. Gigolo dan tante-tante di wawancarai… tidak ada keterpaksaan, meski sang gigolo mengaku untuk bayar uang kuliah. Mereka tampak Fun dan enjoy. Tidak akan ada gigolo kalau tidak ada tante,  tidak ada tante kalau tidak ada gigolo, tidak ada penjualan anak-anak gadis kalau memang tidak ada pelanggan.

DUNIA ITU SESUNGGUHNYA SANGAT GELAP, GELAP SEKALI, mungkin seperti dunia  rahim bagi seorang bayi, gelap.

Maka terangilah dengan KETAQWAAN.

Tuesday, January 1, 2013

Catatan di akhir tahun 2012


Rintik dan hentakan gemuruh hujan dalam kelam,hanya sanggup membuatku merengkuh selimut lebih dalam, meresapi kehangatan di antara bola mata yang sayup-sayup terbawa larutnya malam, mencoba menyimak apa yang terlihat, gambar-gambar dari sebuah kotak berwarna yang tampak ramai berganti-ganti suasana
, diakhir keriuhan suara terompet dan lelehan terakhir dari sumbu-sumbu lilin penyulut kembang api mengembalikan  malam kembali dalam pesonanya.



Hening dan dingin

Cahaya ribuan bintang tak sanggup menembus barikade pekatnya awan hitam yang menyelimuti cakrawala, bulanpun  tersembul hanya untuk sekedar menyapa malas penghuni bumi

Sesaat lagi Surya akan segera bergulir, menggulung kenangan … menggelar harapan-harapan baru

Tak ada pijakan batu yang bisa jadi pertanda, bahwa kaki ini siap melangkah bahkan berlari..
Meski selalu ada harap untuk tidak lagi ada perenungan akan dosa-dosa, kegagalan dan kesalahan di setiap penghujung pergantian waktu, meski  selalu ada pula energy untuk bisa menggapai erat asa yang selalu bergelora agar mimpi bisa segera terwujud.Menyiapkan panca indra tuk selalu siap membaca sinyal-sinyal keberuntungan. Pena yang selalu tergenggam di jari-jari yang mulai melemah tak terlepas untuk tak tertinggal mencatat setiap peluang yang ada

Setahun yang lalu tak kuasa kulalui seperti angan yang sudah tersimpan di setiap awal tahun, tak bisa ku menghindar dari pertemuan dengan segala yang tidak ku sukai, bahkan, mengelak pada apa-apa yang ku benci. Apa yang ku hitung dengan pasti, seringkali meleset. Segala keberuntungan yang ku pancing,  beberapa kali terlepas dari jerat. Beruntungku tak luar biasa, dan hari-hariku pun tak sehingarbingarhari-hari para selebriti menghabiskan waktu-waktunya. Selalu biasa dan biasa saja

Banyak pilihan, bukan berarti bisa mudah memilih, memiliki uang bukan berarti bisa membeli, tetapi tak ada pilihan dan tak bisa membeli bukan berarti akhir dari segalanya

Di waktu yang tersisa, dari perjalanan panjangku sebagai seorang anak kecil, seorang gadis kecil, remaja, dewasa, menjadi seorang istri dan seorang ibu, membuatku semakin mengerti bahwa …
Ternyata memiliki orang tua, sahabat itu bukan nikmat terbaik yang kumiliki

Keluarga juga bukan, harta, kedudukan terhormat
Juga kesehatan ku bukan nikmat terbesarku
Terlahir sebagai seorang muslim adalah nikmat yang membuatku bisa menikmati semua hidup yang kupunya
Nikmat yang membuatku bisa menembus ruang dan waktu hanya dengan sebentuk senyum kecil yang bisa kulakukan

Di mana aku belajar menjadi sebuah oase di tengah padang pasir
Air mata yang tak ada habisnya menitik ketika rasa syukur bahwa scenario MU tidak menjadikanku sebatang pohon besar dengan kelebatan buah dan kokoh nya, tumbuh di sebuah kebun exclusive, yang tumbuh tidak sendiri….

Buahnya  terabaikan meski manis, menyegarkan dan berlimpah
Kekokohan yang tak berguna, karena aku bukan satu-satunya pilihan
Rasa teduh ketika kusa dari KAU memberiku kesempatan, belajar menjadi sebatang pohon yang rindang dan ber buah lebat di tengan tanah yang kering kerontang
Tak terbayangkan, jika aku tak pernah mengenal MU

Dari  segala ketidakberdayaanku, ada tangan MU selalu menggapaiku, tak pernah KAU biar kan aku lari menjauh, tak KAU biarkan air mataku terhapus karena kegeramanku pada kemarahan dan keputusasaan
Untaian kalimat-kalimat yang indah dalam sebuah kitab bernama Alquran selalu bisa menyadarkan ku akan cinta dan kasihsayang MU

Rasa hadirNYA selalu mampu menghapus air mataku yang tak sanggup kutahan
Butiran keringatku yang telah mengkristal mengubah sujudku menjadi sebuah acuan bahwa
KAU tak pernah memintaku berlebihan

Terlahir bukan untuk menjadia pa-apa, atau pun untuk menunjukan aku untuk menjadi siapa-siapa
Aku hanyalah sebuah ranting kecil yang mudah patah, bagian darisebuah pohon kehidupan
Aku adalah seonggok kecil dari butiran pasir, yang mengokohkan sebuah bangunan
Aku  adalah manusia kecil yang hidup di antara jutaan manusia yang tercipta, yang juga bukan apa-apa atau siapa-siapa

Alhamdulillah bahwa aku masih tetap sebagai seorang muslim di akhir tahun ini
Di  setiap akhir waktu aku mohon, jangan pernah KAU lepas aku
Jangan KAU biarkan mimpiku menjadi kenyataan
Jika tak ada takdir kuuntuk hadir di sana
Jika hanya akan menjadi ujian baru yang membuatku jauh dari MU
Biarkan aku menyelesaikan sisawaktu yang ada hanya menjadi sebuah OASE ataupun sebuah pohon Rindang yang tumbuh di tengah tanah kering

Tak mengapa aku tak pernah punya pilihan karena
Ku percaya pada pilihan hidup yang KAU beri padaku
adalah yang terbaik untukku 

Cimahi,
1 januari 2013

Sunday, November 25, 2012

Menjadi orang biasa-biasa bukanlah sebuah ujian




 Rasanya malu ketika membaca lagi kisah seorang UWAIS AL QARNI. Manusia super, yang di lahirkan hanya menjadi seorang yang biasa-biasa saja, dengan hidup yang tak mempunyai banyak pilihan. Hanya seorang pengembala ternak, miskin, tidak menik
ah, tidak tampan, dan hanya memiliki seorang ibu yang selalu minta di perhatikan. Seumur hidupnya hanya punya satu keinginan besar,yaitu ingin sekali bertemu Rasulullah. Ketika ada sebuah kesempatan, Puluhan kilometer padang pasir yang panas berhasil dia tempuh, dan ada kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya ini, tapi sebuah janji sederhana pada ibunya untuk segera kembali memupuskan semuanya. Rasulullah yang di kaguminya sedang pergi, meski hanya butuh waktu sebentar untuk menunggu, tetapi tidak membuat IBU nya menjadi terabaikan. Ibu sendirian dan harus cepat kembali !!!

Menjadi sukses, terkenal dan di kagumi seolah menjadi ukuran manusia untuk di katakan bermanfaat. Sebaik-baiknya manusia adalah manfaatnya. UWAIS AL QARNI seharusnya membuka mata kita bahwa tidak harus menjadi kaya untuk bisa berbagi, tidak harus bersikeras kesenangan itu bisa terwujud, dan tidak harus terpuruk ketika cita-cita kita tak pernah kesampaian. Karena ALLAH telah memberi masing-masing manusia tugas sesuai dengan porsinya. Kadang kita terlalu tinggi memberi nilai pada ukuran kebahagiaan. Kebahagiaan adalah tercapainya cita-cita??

Kadang orang rancu pada arti mimpi dan cita-cita. Mimpi adalah keinginan kita untuk mendapatkan sesuatu, tetapi sangat sulit jalannya dan tampaknya hanya melalui tangan Tuhan itu bisa terwujud. Sedangkan Cita-cita adalah keinginan kuat dari seorang manusia untuk mendapatkan keinginannya karena ada logika dan terlihat jalan untuk meraihnya.

Entah itu mimpi, ataupun cita-cita, tak ada alasan kita untuk selalu mengeluh pada keadaan. Mampu menjadi manusia yang rasa IKHLAS dan syukur nya luar biasa, yang menjadikan UWAIS AL QARNI yang bukan seorang nabi ini mendapat julukan manusia dari langit. ALLAH tidak pernah memandang siapa, apa dan dari mana kita berasal atau apa saja yang kita lakukan, karena TAQWA lah yang menjadikan kita berbeda di mataNYA. TAQWA, ikhlas menjadi manusia yang mampu menerima apapun adanya pilihan yang kita punya, dan bersyukur menerima apapun adanya pilihan kita punya.

Memberi adalah pilihan manusia pada manusia, karena TUHAN tidak pernah ingin diberi.



BEST FRIEND




Minggu pagi yang mengharukan ketika pagi-pagi seorang sahabat datang, dengan raut wajah yang sangat gembira. Tangannya gemetar mengenggam tanganku. Ternyata dia datang hanya untuk megatakan betapa bahagianya dia karena mimpinya

terkabul, dan saya adalah orang pertama yang ingin di beritahu.
Seorang sahabat itu adalah seorang teman biasa yang ….

Hanya mengangguk-ngangguk kan kepala tanda memahami ketika dia mengutarakan pendapatnya tentang sesuatu…tak ada sela sampai kata terakhir di selesaikan. Kata berbeda hanya di ucapkan bukan untuk merubah keyakinan, tapi kelembuatan dalam suasana untuk saling menghargai.

Hanya meluruskan bibir dan sorot mata yang khawatir ketika terkejut mendengar aduannya tentang sesuatu yang tak di sukainya. “ Yuk ku traktir bakso “ ketika kegagalan membuatnya sangat kacau.

Menyorotkan mata yang tulus ketika melihatnya menangis “ Siang tidak selalu terang, dan malam tidak selalu gelap. Matahari tidak akan terlihat ketika mendung, bulan dan bintang akan menerangi malam yang gelap

“Tersenyum lebar dengan alis mata terangkat, dan mengenggam tangannya ketika melihat antusiasnya bercerita tentang kebahagiaan yang dia rasakan

Seeorang sahabat baik hanya perlu untuk menjadi pendengar yang baik, memahami dan mengerti keadaan. Tahu kapan saran itu harus di sampaikan dan kapan diam itu harus di lakukan.

Thursday, November 8, 2012

SALINGKUH ???


Seseorang yang pacaran hingga menghabiskan waktu 11 tahun dan cukup 1 tahun menikah untuk kemudian memutuskan bercerai. Atau setelah pacaran selama 8 tahun, tiba-tiba menikah dengan orang lain. laki-laki yang sangat mencintai kekasihnya seh
arusnya tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengatakan “WILL YOU MARRY ME”… Seorang pembeli tidak akan membayar makanan /buah contoh yang telah di cobanya. Dia pasti akan mengambil yang baru !!!
Ada cerita seorang teman yang sangat ketakutan kehilangan suaminya yang ganteng dan kaya. Sang suami yang pekerjaannya makelar bisnis kelas kakap, membuatnya selalu meeting di berbagai tempat. Berpindah-pindah. Begitu sang suami berangkat, sang detective sudah siap dg infonya dan sang istri siap berangkat menginap di hotel yag sama dengan memesan kamar tepat di sebelah kamar sang suami. Atau karena pekerjaan suami mengharuskan pulang 3 atau 4 bulan sekali, sang istri selalu merelakan rahimnya mengandung setahun sekali. Berharap suami tak akan lepas tanggung jawab dengan melihat buah hati lucu-lucu yang selalu lahir setiap 3 atau 4 kali dia pulang ke rumah.
Dengan membuat kita hanya percaya 100 persen bahwa tempat bergantung hanya pada ALLAH yang maha kuasa, tidak masalah ketika Suami atau istri kita di minati orang lain.

“Anda suka suami saya?” atau
“Anda suka istri saya?”
“SILAKAN BUNGKUS !!!”

Pemilik sejati hanyalah Tuhan semesta alam. Yang maha sempurna adalah Tuhan yang Maha Agung,

sesungguhnya semua yang ada cuma sementara untuk di miliki. Hayoo ngaku, apakah teman merasa bahwa hidup ini tidak pernah ada kesulitan???No life running smoothly like a freeway. So why not just enjoy your living everytime, what ever happen is the best solution. Do and be your Best,its enough. Kun Fa Ya Kun.